Apa Itu ISBN & Kenapa Buku Harus Memiliki ISBN?

penjelasan isbn

Daftar Isi

Dalam dunia penulisan buku, istilah ISBN hampir selalu muncul ketika seseorang akan menerbitkan buku, baik buku ajar, buku referensi, modul, maupun monograf penelitian. Namun, tidak sedikit mahasiswa, dosen, maupun penulis pemula yang masih bingung: Apa sebenarnya ISBN itu? Apakah setiap buku wajib memilikinya? Dan apa manfaatnya?
Artikel ini memberikan penjelasan lengkap dan mudah dipahami agar Anda tidak salah langkah saat menerbitkan buku.

Apa Itu ISBN?

ISBN (International Standard Book Number) adalah nomor identifikasi unik yang diberikan pada setiap judul dan edisi buku yang diterbitkan. ISBN bersifat internasional sehingga berlaku secara global dan dapat dikenali oleh sistem perpustakaan, toko buku, distributor, hingga mesin pencari.

ISBN terdiri dari 13 digit (format terbaru) yang dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  1. Prefix (978 atau 979)
  2. Kode wilayah negara penerbit
  3. Kode penerbit
  4. Kode judul buku
  5. Digit pemeriksa (check digit)

Dengan struktur ini, setiap buku memiliki nomor unik yang berbeda sehingga mudah diidentifikasi, dilacak, dan diarsipkan.

Kenapa Buku Harus Memiliki ISBN?

Bagi penerbit dan penulis, ISBN bukan sekadar formalitas. Berikut alasan penting kenapa buku perlu memiliki ISBN:

1. Menjadi Identitas Resmi Buku di Tingkat Nasional & Internasional

ISBN adalah “KTP”-nya buku. Tanpa ISBN, buku Anda tidak dapat terdaftar secara resmi di sistem perpustakaan, katalog penerbit, Google Books, atau jaringan distribusi lainnya.
Bagi dosen, ISBN juga menjadi bukti bahwa buku tersebut memenuhi standar akademik untuk kebutuhan BKD, pengajuan jenjang akademik, hingga akreditasi prodi.

2. Memudahkan Distribusi & Penjualan

Toko buku fisik maupun digital, seperti Gramedia, Bukuloka Digital, Google Play Books, dan marketplace menggunakan ISBN sebagai kode inventaris.
Buku tanpa ISBN umumnya tidak dapat masuk ke toko buku karena tidak memiliki identitas standar yang bisa dipindai dan diverifikasi.

Ini sangat penting bagi mahasiswa dan penulis indie yang ingin bukunya dapat dijual secara luas.

3. Memastikan Hak Cipta & Kepemilikan Karya

ISBN bukan pengganti hak cipta, tetapi sangat membantu dalam pembuktian kepemilikan suatu karya.
Jika terjadi plagiarisme atau sengketa penerbitan, metadata ISBN yang terdaftar dapat menjadi bukti kuat bahwa Anda adalah pemilik atau penulis sah dari buku tersebut.

4. Dibutuhkan untuk Pengurusan Katalog & Barcode Buku

ISBN merupakan dasar untuk menghasilkan barcode buku. Barcode diperlukan jika buku ingin dijual melalui sistem kasir (POS) di toko buku. Tanpa barcode, proses jual beli menjadi tidak standar dan rentan error.

5. Penting untuk Karier Akademik Dosen

Bagi dosen, menerbitkan buku ber-ISBN memiliki manfaat besar, antara lain:

  • Menjadi nilai kredit BKD
  • Mendukung kenaikan jabatan fungsional (AA, Lektor, LK, Guru Besar)
  • Menjadi luaran wajib pada hibah penelitian
  • Meningkatkan reputasi akademik dan portofolio keilmuan

Karena itu, buku tanpa ISBN biasanya tidak diakui dalam penilaian akademik.

6. Mengurangi Risiko Duplikasi Judul dan Ketidakvalidan Data

Tanpa ISBN, dua buku bisa memiliki judul yang sama dan sulit dibedakan. ISBN mencegah duplikasi sehingga setiap edisi buku tercatat dengan jelas.
Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, tesis, atau disertasi juga akan lebih mudah mencari referensi yang akurat ketika buku-buku memiliki ISBN resmi.

Bagaimana Cara Mendapatkan ISBN?

Proses pengajuan ISBN biasanya dilakukan oleh penerbit, bukan oleh penulis. Di Indonesia, ISBN dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) melalui sistem ISBN Online.

Berikut alurnya:

1. Buku Harus Diterbitkan oleh Penerbit Resmi

Penerbit harus memiliki:

  • SK Penerbit
  • Nomor ISBN aktif
  • Akun resmi pada portal ISBN Perpusnas

Penulis tidak bisa mengajukan ISBN sendiri tanpa melalui penerbit.

2. Mengisi Metadata Buku

Penerbit akan mengunggah informasi berikut:

  • Judul buku
  • Nama penulis/editor
  • Tahun terbit
  • Jumlah halaman
  • Ukuran buku
  • Jenis cover
  • Blurb (sinopsis singkat)
  • File cover (PDF/JPG)

Metadata inilah yang nantinya muncul di katalog Perpusnas.

3. ISBN Diterbitkan dalam 7-10 Hari Kerja

Jika data lengkap dan sesuai standar, ISBN akan keluar sesuai dengan antrean. Setelah itu, ISBN dicantumkan di:

  • Halaman belakang judul (verso)
  • Cover belakang (bersama barcode)

Apakah Setiap Buku Harus Memiliki ISBN?

Jawabannya tergantung tujuan penerbitan buku tersebut.

Wajib ISBN Jika:

  • Buku digunakan untuk keperluan akademik (BKD, akreditasi, portofolio dosen)
  • Buku diperjualbelikan
  • Buku dipasarkan ke publik
  • Buku dimasukkan ke perpustakaan atau marketplace
  • Buku merupakan hasil penelitian atau hibah

Tidak Wajib ISBN Jika:

  • Buku hanya digunakan internal (contoh: modul kelas)
  • Buku tidak diperjualbelikan
  • Buku hanya untuk arsip pribadi
  • Buku berupa catatan materi atau kumpulan tugas

Namun, meskipun tidak wajib, lebih disarankan tetap menggunakan ISBN karena memberikan nilai akademik dan legalitas yang lebih kuat.

Apakah Buku yang Terbit Lewat Bukuloka Sudah Ber-ISBN?

Ya, penerbit Bukuloka merupakan penerbit resmi yang sudah terdaftar di Perpustakaan Nasional, sehingga semua buku yang kami terbitkan akan memiliki ISBN baik ISBN cetak ataupun digital sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Kesimpulan

Baik Anda mahasiswa, dosen, maupun penulis, memahami ISBN adalah langkah awal yang penting dalam dunia penerbitan. ISBN memastikan bahwa buku Anda:

  • Memiliki identitas resmi
  • Diakui secara nasional dan internasional
  • Mudah ditemukan dan didistribusikan
  • Mendukung legalitas dan karier akademik
  • Layak masuk toko buku dan perpustakaan

Dengan memiliki ISBN, buku Anda tidak hanya menjadi karya tulis, tetapi juga aset akademik dan intelektual yang memiliki nilai jangka panjang.

Jika Anda sedang menyiapkan buku ajar, buku referensi, atau ingin menerbitkan karya pertama Anda, pastikan ISBN menjadi bagian dari proses penerbitan. Sebuah langkah kecil, tetapi berdampak besar bagi karier dan kredibilitas Anda sebagai akademisi maupun penulis.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *