Menurut artikel LPPM Universitas Andalas, jurnal internasional bukan sekadar memakai label “internasional” dalam nama, melainkan harus memenuhi kriteria global.
Intinya: jurnal tersebut seharusnya melibatkan kontributor dan dewan redaksi dari berbagai negara, menerbitkan artikel dengan cakupan dan relevansi global, serta dikelola sesuai standar etika dan kualitas.
Sementara itu, menurut ulasan di Institut Mandalika tentang standar jurnal internasional yang diakui oleh Kemdikbud (dahulu DIKTI), jurnal tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis dan manajerial agar bisa dianggap bereputasi secara internasional.
Berdasarkan kedua sumber tersebut, serta pedoman umum jurnal akademik, berikut “kriteria utama” yang biasanya digunakan untuk menilai apakah sebuah jurnal layak dianggap internasional dan diakui di Indonesia.
Kriteria Jurnal Internasional yang Diakui Kemdikbud
1. Terindeks di Database Internasional Bereputasi
Jurnal harus sudah masuk dan terindeks di basis data global bereputasi, seperti Scopus, Web of Science (WoS), DOAJ, PubMed (khusus jurnal kesehatan), Index Copernicus International (ICI), atau basis data terkemuka bidang lain seperti IEEE Xplore bagi jurnal teknik.
Indeksasi ini memastikan jurnal mendapat visibilitas global, bisa diakses peneliti di berbagai negara, dan diakui sebagai bagian dari literatur ilmiah internasional.
2. Proses Peer-Review yang Ketat
Publikasi artikel harus melewati proses peer-review (penelaahan sejawat) yang objektif dan profesional oleh ahli kompeten di bidangnya. Proses ini menjadi fondasi kredibilitas ilmiah jurnal.
Review yang ketat membantu memastikan bahwa setiap artikel memiliki mutu ilmiah, orisinalitas, dan kontribusi nyata terhadap bidang keilmuan.
3. Dewan Redaksi (Editorial Board)
Jurnal harus memiliki dewan redaksi yang terdiri dari ahli dan profesional dari berbagai negara, bukan hanya dari satu negara saja. Hal ini menunjukkan jangkauan global serta keragaman perspektif dalam editorial.
Dengan dewan redaksi internasional, jurnal dapat menarik penulis dari berbagai negara, memproses naskah secara independen dan adil, serta mendorong relevansi global.
4. Bahasa Internasional (Bahasa Resmi PBB)
Artikel yang diterbitkan dalam jurnal internasional diakui sebaiknya ditulis dalam bahasa internasional, biasanya bahasa Inggris, agar dapat dijangkau oleh komunitas ilmiah global.
Penggunaan bahasa internasional memungkinkan penyebaran ilmu lebih luas, serta memudahkan indeksasi dan sitasi dari peneliti lintas negara.
Adapun bahasa resmi PBB adalah sebagai berikut:
- Bahasa Inggris
- Bahasa Arab
- Bahasa Prancis
- Bahasa Spanyol
- Bahasa Rusia
- Bahasa Mandarin
5. Konsistensi Terbit (Frekuensi & Keberlanjutan)
Jurnal harus memiliki jadwal penerbitan yang konsisten (misalnya terbit secara berkala: bulanan, kuartalan, atau tahunan), menunjukkan bahwa jurnal tersebut dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Keberlanjutan ini penting agar jurnal tetap relevan, up-to-date, dan dapat menyediakan platform reguler bagi kontribusi ilmuwan internasional.
6. Kualitas Konten: Orisinalitas, Relevansi, dan Kontribusi Ilmiah
Isi artikel harus merupakan penelitian asli atau pemikiran ilmiah yang signifikan, bukan sekadar ringkasan, opini, atau terjemahan. Artikel harus memberi kontribusi baru bagi bidangnya.
Konten yang memiliki relevansi global, bukan hanya lokal, akan meningkatkan peluang jurnal untuk diindeks secara internasional dan dibaca/dirujuk oleh komunitas ilmiah luas.
7. Terdaftar secara Resmi: ISSN & Versi Online
Jurnal harus memiliki nomor identifikasi resmi, yaitu International Standard Serial Number (ISSN), dan biasanya tersedia versi online (e-ISSN) agar mudah diakses secara digital.
Pendaftaran ISSN menunjukkan bahwa jurnal tersebut resmi terdaftar dan diakui sebagai publikasi ilmiah yang sah.
8. Manajemen & Etika Publikasi yang Profesional
Jurnal harus dikelola secara transparan dan profesional — termasuk kebijakan antiplagiarisme, pengungkapan konflik kepentingan, dan mekanisme editorial yang adil.
Etika penerbitan dan tata kelola yang baik mendukung reputasi jurnal, menjaga integritas ilmiah, dan mencegah praktik “predatory journal” atau penerbitan tidak etis.
9. Mengapa Kriteria ini Penting
- Meningkatkan kredibilitas penelitian — Jurnal yang memenuhi kriteria ini dianggap bereputasi dan dapat menjamin bahwa penelitian dalamnya telah melalui proses peer review dan editorial yang serius.
- Memastikan akses global — Dengan bahasa internasional, indeksasi global, dan dewan redaksi internasional, penelitian dapat diakses, dibaca, dan dikutip oleh komunitas ilmiah di seluruh dunia.
- Memenuhi persyaratan akademik di Indonesia — Bagi dosen atau peneliti di Indonesia, publikasi di jurnal internasional bereputasi sering menjadi syarat untuk kenaikan pangkat, akreditasi program studi, atau pengakuan nasional.
- Meminimalkan risiko jurnal “meragukan” — Dengan kriteria yang jelas, bisa membedakan jurnal bereputasi dari jurnal predatory atau jurnal yang hanya menyebut “internasional” tanpa kualitas.
Catatan & Hati-hati
- Hanya memiliki kata “internasional” dalam nama jurnal tidaklah cukup untuk dianggap sebagai jurnal internasional — tanpa memenuhi kriteria di atas, label tersebut bisa kosong makna.
- Walaupun sudah terindeks dan memenuhi banyak kriteria, reputasi jurnal tetap harus diperhatikan: misalnya kualitas peer-review, transparansi editorial, serta keaslian artikel (bebas plagiarisme).
- Untuk peneliti di Indonesia, penting memeriksa apakah jurnal sudah diakui oleh Kemdikbud / Direktorat terkait agar hasil publikasi dapat diperhitungkan dalam kredit akademik atau promosi.
Kesimpulan
Jurnal internasional yang benar-benar diakui oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) dahulu melalui kebijakan DIKTI, bukan sekadar soal nama, melainkan soal kualitas, manajemen, dan reputasi global. Hanya jurnal yang memenuhi kriteria seperti indeksasi internasional, ISSN, peer-review, dewan redaksi global, bahasa internasional, dan etika penerbitan yang layak dianggap valid.
Bagi peneliti dan akademisi di Indonesia, memahami dan menggunakan jurnal dengan kriteria ini sangat penting, baik untuk penyebaran ilmu, akses global, maupun pengakuan akademik.
Referensi:
- https://lppm.unand.ac.id/memahami-jurnal-internasional-dalam-konteks-pengindeksan-global/
- https://blog.institutemandalika.com/standar-kualitas-jurnal-internasional-yang-diakui-oleh-dikti/